Panjaitan XVI

Album Keluarga

Album Keluarga
Media untuk menyampaikan Aspirasi, Cerita, Tulisan, Pendapat, Diskusi,Renungan, Gambar dan Peristiwa
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas Info. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Agustus 2013

Pemain Terbaik Dunia U-14 Berasal dari Indonesia!

 Wah, Pemain Terbaik Dunia U-14 Ternyata Berasal dari Indonesia!
DREAMERSRADIO.COM - Putera terbaik Indonesia mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. Kali ini, giliran ranah sepakbola junior yang membawa seorang anak bernama Muhammad Firman, menjadi pemain terbaik dunia usia 14 tahun. Penghargaan ini didapatnya setelah membawa Indonesia menjuarai Gothia Cup pada pertengahan Juli lalu.

Firman yang bergabung bersama tim ASIOP Apacinti SKF, berangkat menuju Gothenburg, Swedia untuk mengikuti 'Piala Dunia Anak-anak' yang biasa digelar tahunan tersebut bersama 17 pemain lainnya. Dalam ajang kali ini, ASIOP Apacinti SKF sebagai salah satu tim yang mewakili Indonesia sukses menjadi runner-up di kategori U-14.

Perjalanan Firman bisa menjadi pemain terbaik dunia usia 14 tahun dimulai sejak timnya melumat beberapa tim dari negara lain dengan skor telak seperti saat melawan US Chantily (Amerika Serikat) dengan skor 3-0.
Posisi bermain Firman yakni sebagai striker membuat naluri mencetak golnya dalam ajang tersebut makin menggila. Tercatat, selama berlaga dari tanggal 18 hingga 22 Juli lalu, Firman sukses membukukan sebanyak delapan gol. Ini juga lah yang mengantarkan Firman menjadi top skorer dalam kategori tersebut.

Dengan raihan tersebut, Firman pun sukses menyingkirkan ratusan pemain muda lainnya dari seluruh dunia untuk mendapatkan gelar tersebut. Meskipun gelar itu bukan menjadi tujuan utamanya, kualitas Firman membuktikan bahwa ia memang pantas diganjar pengahargaan tersebut.
(syf)

Minggu, 15 Juli 2012

Kamis, 10 Mei 2012

Kesehatan

Makanan Pencuri Tidur Anda
Albertina S.C. | Kamis, 10 Mei 2012 - 11:20:22 WIB
Dibaca : 41


(webmd.com/)
Mengenali kebiasaan dan makanan penghambat tidur, akan membantu Anda terlelap di malam hari.
JAKARTA – Ada  beberapa makanan yang dapat merampok tidur tenang Anda di malam hari. Anda perlu mengenali dan menghentikan mereka sebelum makanan-makanan itu menghambat lelap Anda. Berikut makanan penghambat tidur Anda yang dikutip dari situs WebMD, baru-baru ini.

Kudapan Sebelum Tidur
Jika Anda berjuang dengan insomnia, sedikit makanan di perut akan dapat membantu lelap Anda. Tapi, ini bukan undangan untuk menjejalkan makanan di perut Anda. Pastikan Anda mencomot camilan dalam porsi kecil. Makanan berat akan membebani sistem pencernaan, membuat Anda tidak nyaman dan menikmati zzzzzzzz yang tenang.

Kentang Goreng dan Burger
Penelitian menunjukkan konsumsi makanan tinggi lemak tidak cuma menaikkan bobot tubuh, tapi  juga mengganggu siklus tidur seseorang. Makanan sarat lemak, seperti kentang goreng dan burger mengaktifkan pencernaan. Ini dapat mengalihkan perjalanan tidur Anda ke kamar mandi.

Kafein
Bukan sesuatu yang baru bahwa secangkir kopi malam dapat mengganggu tidur Anda. Bahkan kafein sedang atau rendah dapat menyebabkan gangguan tidur. Jangan lupa juga, kafein juga ada dalam cokelat, cola, teh, dan kopi tanpa kafein. Agar bisa lebih nyenyak, Anda dapat membabat kafein dari diet Anda empat sampai enam jam sebelum tidur.

Obat-obatan

Beberapa obat mengandung kafein juga, sebut saja, obat penghilang rasa sakit, pil penurun berat badan, diuretik, dan obat flu. Seperti juga kafein dalam secangkir kopi, obat-obatan tersebut dapat mencuri tidur Anda. Perhatikan informasi di kemasannya, apakah obat yang Anda telan dapat mengganggu tidur atau menyebabkan insomnia.

Alkohol
Alkohol memang dapat membantu Anda tidur lebih cepat. Tetapi, Anda akan lebih sering terbangun, sakit kepala, keringatan, dan mimpi buruk. Jika Anda mengkonsumsi alkohol di malam hari, minumlah segelas air untuk mengencerkan efek alkohol. Untuk tidur malam yang baik, lebih baik Anda menghindari alkohol empat sampai enam jam sebelum berbaring.

Makanan Pedas
Merebahkan badan dengan perut penuh dengan makanan berat yang pedas dapat membuat Anda tidak nyaman. Selain karena sistem pencernaan melambat saat Anda tidur, perut Anda mungkin mulas akibat makanan pedas. Pastikan Anda telah menghabiskan makan berat minimal empat jam sebelum tidur.

Protein
Protein merupakan bagian penting dari tarif siang hari kita. Tapi, pilihan buruk untuk makanan ringan sebelum tidur. Makanan kaya protein sulit dicerna. Jadi, Anda perlu melewatkan makanan ringan tinggi protein sebelum tidur dan memilih segelas susu hangat.

Cairan
Ya, Anda harus terhidrasi sepanjang hari. Tetapi batasilah asupan cairan sebelum tidur. Berhentilah minum setelah pukul 20.00 atau pukul 8 malam. Anda tidak akan mimpi indah jika beberapa kali terpotong karena ingin ke kamar mandi, kan?

Merokok
Jangan terbuai iming-iming asap dapat merilekskan Anda agar cepat tidur. Nikotin adalah stimulan dengan efek yang mirip kafein. Hindari merokok sebelum tidur atau Anda akan terbangun di tengah malam.
(WebMD)

Sekilas Info

Fakta Seputar Air Kelapa
Dina Damayanti | Kamis, 10 Mei 2012 - 15:40:14 WIB
Dibaca : 49


(Foto:dok/swankyanddapper.com)
Selama ini, air kelapa dipercaya memiliki banyak khasiat. Benarkah demikian?Benarkah bisa mempercepat metabolisme tubuh?

"Ini cuma mitos belaka," sahut Liz Applegate, Ph.D., direktur nutrisi olahraga di University of California di Davis, seperti dikutip dari Self. "Tidak ada penelitian sah yang membuktikan hal ini." Sebaliknya juga ada mitos yang menyebutkan bahwa air kelapa bisa membuat gemuk. Reputasi buruk ini muncul karena santan yang terbuat dari perasan daging kelapa dan mengandung 445 kalori per gelas, yang banyak menyimpan lemak jenuh. Sementara, air kelapa muda hanya mengandung 46 kalori per gelasnya.

Benarkah bisa membuat awet muda?

Air kelapa mengandung cytokinins, hormon tumbuhan yang bisa memperlambat proses penuaan dalam tumbuhan dan lalat buah, menurut penelitian terhadap molekul. Dengan demikian, keuntungan air kelapa ini belum terbukti bagi manusia.

Benarkah bisa meredakan sakit akibat mabuk alkohol?

Ada alasan mengapa setelah mabuk berat badan terasa sungguh menyakitkan, itu karena alkohol menyebabkan dehidrasi, membuat mual dan sakit kepala. Sama seperti minuman lainnya, air kelapa bisa mengganti kekurangan cairan dalam tubuh, namun air putih juga memiliki khasiat yang sama, sahut Samir Zakhari, Ph.D., direktur Divisi Metabolisme dan Dampak Kesehatan di National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism. Ketika minum, ginjal manusia menyimpan elektrolit, sehingga kita tidak perlu menggantinya dengan minum air kelapa. Jika rasa air kelapa ini bisa membangkitkan semangat Anda kembali, silakan minum air kelapa, namun sesungguhnya Anda cukup minum air putih biasa saja.

Benarkah bisa menjaga kesehatan jantung?

Diet tinggi potasium bisa membantu menurunkan tekanan darah dan menyehatkan jantung, ujar Andrea Giancoli, R.D., juru bicara American Dietic Association. Air kelapa merupakan sumber mineral yang baik, namun akan lebih baik lagi jika mendapatkan mineral dari makanan utuh, yaitu sayur-sayuran, seperti bayam atau ubi dan susu rendah lemak, yang memberikan nutrisi yang sehat bagi jantung, seperti serat dan vitamin D.

Tiga cara lainnya mengonsumsi kelapa:
- Santan : sebagai alternatif pengganti susu, santan berasal dari perasan daging kelapa matang dan mengandung potasium yang menyehatkan seperti yang dikandung dalam air kelapa. Namun waspadalah dengan kandungan lemak jenuhnya yang tinggi, satu gelas mengandung sekitar 43 gram lemak jenuh.

- Minuman santan kelapa : diencerkan dengan air, minuman ini mengandung sekitar lima kali kalori lebih rendah dibandingkan dengan santan biasa. Rasanya lebih kental dan gurih dibandingkan dengan air kelapa.

- Kelapa parut :  daging kelapa tidak mengandung potasium atau sodium sebanyak air kelapa. Daging kelapa mengandung sekitar 388 kalori dan 22 gram lemak jenuh per gelasnya.
(Self)

Info Kesehatan

Kari Mampu Melawan Kanker?
Dina Damayanti | Senin, 07 Mei 2012 - 16:48:44 WIB
Dibaca : 29


(Foto:dok/bbc.co.uk)
Sedang dilakukan penelitian apakah kari mengandung zat yang bisa mematikan sel kanker usus.LONDON -  Kurkuma, yang terdapat dalam kunyit dan bumbu rempah-rempah, disebut-sebut kaya khasiat yang amat berguna bagi kesehatan manusia.

Sejumlah penelitian telah memperlihatkan bahwa kurkuma bisa mematikan perkembangbiakan sel-sel kanker. Selain itu, kurkuma juga berkhasiat bagi para penderita stroke dan dementia.

Kini, rumah sakit di Leicester akan melakukan penelitian terhadap khasiat kurkuma apakah sama dengan pengobatan kemoterapi.

Di Inggris, setiap tahunnya sekitar 40.000 orang didiagnosa menderita kanker usus.

Jika penyakit ini menyebar ke bagian tubuh lainnya, para pengidap penyakit ini biasanya akan diberikan kombinasi pengobatan berupa tiga kemoterapi, namun sekitar setengah jumlah pasien yang diberikan pengobatan ini tidak menunjukkan reaksi positif.

40 pasien yang dirawat di Leicester Royal Infirmary and Leicester General Hospital akan mengikuti penelitian ini, yang akan membandingkan efek mengkonsumsi pil kurkuma tujuh hari sebelum mulai mengikuti pengobatan kemoterapi standar.

Sulit Diobati
Prof. William Steward yang memimpin penelitian ini mengatakan bahwa pengujian yang dilakukan terhadap binatang yang diberikan gabungan kedua pengobatan ini terbukti 100 kali lebih baik, ketimbang hanya menjalani salah satu pengobatan saja dan hal inilah yang dijadikan alasan utama dilakukannya penelitian ini.

"Sekali kanker usus ini menyebar, penyakit ini sulit untuk diobati, sebagian karena efek samping kemoterapi bisa membatasi seberapa lama pasien dapat menjalani pengobatan ini," sahut Steward, seperti dikutip BBC, Minggu (6/5).

"Kemungkinan bahwa kurkuma bisa meningkatkan sensitivitas sel-sel kanker dibandingkan dengan kemoterapi menarik karena ini berarti bisa memberikan dosis lebih rendah, sehingga pasien akan lebih sedikit mengalami efek samping dan bisa tetap menjalani pengobatan dengan lebih lama."

"Penelitian ini kini dalam tahap yang sangat awal, namun meneliti potensi dari tumbuh-tumbuhan kimia untuk mengobati kanker adalah sebuah area menarik yang kami harapkan bisa mendorong ditemukannya obat-obatan baru di masa depan."

"Dengan melakukan uji klinis seperti ini, kami akan menemukan lebih banyak keuntungan dari mengkonsumsi kurkuma dalam jumlah banyak, demikian pula dengan kemungkinan adanya efek samping yang diderita oleh pasien kanker," kata Joanna Reynolds dari Riset Kanker Inggris. (BBC)

Sekilah Info

Bayi Mampu Membedakan Ras Manusia
Widita Fembrian | Senin, 07 Mei 2012 - 09:37:37 WIB
Dibaca : 37


(AP/Photo)
Seperti belajar tertawa dan menangis, bayi juga mampu mendeteksi keberadaan ras yang berbeda.
JAKARTA – Dalam sebuah studi pengenalan wajah, ditemukan bahwa bayi yang berusia antara satu sampai sembilan bulan sudah mampu membedakan tanda-tanda pengenalan bias rasial. Bayi berkulit putih sudah mampu membedakan mana ras mereka dan ras dari golongan lain.
Para peneliti di University of Massachusetts di Amherst menemukan, pada usia muda bayi-bayi itu sudah membedakan diskriminasi terhadap orang-orang dari ras yang berbeda. Kemampuan ini ditunjukkan saat mereka mengenali wajah dan ekspresi emosional sesesorang.
Penelitian yang dilansir SH dari HealtyLife, Senin (7/5) memperlihatkan, sebanyak 48 bayi berkulit putih dianalisis dengan menyertakan gambar-gambar orang dari Afro-Amerika yang berkulit hitam.
Para bayi tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok berusia lima bulan dan kelompok kedua berusia sembilan bulan. Mereka disuruh untuk membedakan wajah antara mereka dalam satu ras dan membedakan wajah dari ras lainnya.
Hasilnya memperlihatkan, bayi dalam kelompok lima bulan jauh lebih mahir membedakan wajah dari ras berbeda. Sedangkan pada kelompok usia sembilan bulan, mereka juga sudah mampu membedakan dua wajah dalam ras sendiri dengan sangat mudah.
Pada percobaan kedua, aktivitas otak bayi itu dideteksi dan direkam menggunakan sensor. Kemudian mereka diperlihatkan gambar wajah orang dari ras Kaukasia atau Afro-Amerika dengan ekspresi bukan dengan suara seperti yang biasa mereka dengar, seperti tertawa dan menangis.
Dalam kegiatan perekaman otak ini, hasilnya menunjukkan bahwa bayi berusia sembilan bulan mampu membedakan ekspresi emosi ras Kaukasia dibandingkan dengan kelompok bayi berusia lima bulan. Para peneliti menemukan bahwa pemrosesan emosi wajah bergerak dari bagian depan otak untuk daerah di belakang otak dalam kelompok usia lebih tua.
“Hasil ini menunjukkan bahwa bias dalam pengenalan wajah dan persepsi mulai dalam preverbal bayi, jauh sebelum konsep tentang ras terbentuk”, kata pemimpin studi Lisa Scott.
“Penting bagi kita untuk memahami sifat dari bias untuk mengurangi atau menghilangkan [bias]”, lanjut dia.
Hal ini mirip dengan bagaimana bayi belajar bahasa. Pada awalnya para bayi belum tahu mana suara yang berarti dalam bahasa asli mereka, sehingga mereka memperlakukan semua suara sama.
Ketika mereka mempelajari bahasa lisan di sekitar mereka, kemampuan mereka untuk membedakan suara dalam bahasa lain dan penurunan kemampuan mereka untuk membedakan suara dalam bahasa asli mulai meningkat.
“Hal yang dapat menjelaskan tentang kemampuan bayi sudah mengalami peningkatan pesat di usia sembilan bulan”, kata Lisa.
(Sinar Harapan)

Berita

Melawan Perkebunan Sawit dan Pertambangan Batu Bara
Wahyu Dramastuti | Rabu, 09 Mei 2012 - 15:51:41 WIB
Dibaca : 78


(SH/Yuyuk Sugarman)
Segala fitnah dan ancaman terhadap dirinya diabaikan demi kebenaran dan kemanusiaan. 

Sepotong senyum merekah di balik kacamata berwarna hitam berbentuk kotak itu. Adem ayem rasanya setiap kali berbincang dengan sang empunya senyuman itu. Apalagi tutur katanya lembut dan tenang pembawaannya. Wajar saja jika orang menyangsikan dia adalah tokoh penggerak masyarakat untuk demonstrasi melawan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara.
Dia berani bersaksi, "Di depan hutan dibabat, di belakang bumi dikeruk". Padahal sejatinya, Mardiana D Dana (53), nama sosok itu, adalah seorang perawat di Rumah Sakit Barito Timur sejak 1979. Karena sebagai perawat dan terjun langsung ke masyarakat, Mardiana mendengar langsung keluhan-keluhan warga.
Ternyata masyarakat mengeluhkan kebun, hutan, ladang, sungai, hingga danau dan rawa-rawa yang sedang digarap perusahaan sawit dan batu bara. "Masyarakat di sana hidupnya berkaitan dengan alam. Jadi kalau perkebunan karet dan buah-buahan dibabat habis, lalu mereka hidup dari mana?" tutur Mardiana, ibu dari dua anak dan dua cucu ini.
Kemudian rakyat pergi mengadu ke kepala desa dan kepala kecamatan, tetapi tak memperoleh tanggapan. Akibatnya, terjadi perselisihan antarwarga dan dengan kepala desa. Bahkan di Desa Janah Jari, ada perusahaan yang tumpang tindih antara kebun sawit dan tambang batu bara.
Di sana ada empat perusahaan yang tumpang tindih. Pada 1993 terjadi tragedi berdarah dan belasan orang meninggal setelah ada bentrok antara rakyat dan pihak perusahaan. Hal ini terjadi akibat nasi dan padi milik penduduk yang diambil karyawan perusahaan.
Karena sebagai perawat yang bolak-balik rumah sakit, Mardiana tidak sempat menghitung berapa jumlah korban sebenarnya. "Saya memberanikan diri. Saya hanya memohon kekuatan dan perlindungan Tuhan," katanya.
Lalu ada lagi kejadian ketika seorang lelaki umur 80-an yang menawarkan nyawanya untuk masuk hutan. "Saya bilang jangan! Itulah yang jadi penguat saya, kalau dulu dijajah Belanda maka sekarang dijajah sesama kita sendiri," tuturnya. Selain itu, Mardiana punya tanah sekitar 20 hektare yang dibabat orang lain sampai tidak diketahui lagi di mana batas area miliknya.
Terdorong rasa kemanusiaan, akhirnya Mardiana mulai bergerak mendampingi masyarakat di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah itu. "Saya ingin menolong mereka walaupun kemampuan saya terbatas dan saya malah dianggap sebagai musuh oleh sebagian orang. Kemudian saya mencari orang-orang yang bisa membantu keadaan ini, dan puji Tuhan bertemu dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)," ujarnya.
Sebelum 2008 dia sudah aktif mendampingi warga, tetapi kegiatannya stagnan. Kasih sayang dia salurkan begitu saja seperti air mengalir, bagaikan mengobati orang sakit. Barulah setelah bertemu AMAN, kiprahnya makin terfokus.
Akibat aktivitasnya melawan kapitalisme perkebunan sawit dan pertambangan batu bara, Mardiana yang berkulit putih itu diancam jiwanya dengan golok, mandau, juga diteror melalui posel maupun secara langsung.
"Saya tidak takut karena berdiri bersama rakyat, memperjuangkan hak hidup," tuturnya. Bahkan dengan bangga, perempuan ini mengatakan, "Kalau sebagai perawat saya hanya menyelamatkan satu orang, tetapi kalau menyangkut hak hidup berarti menyelamatkan banyak orang."
Malah, sebagai perawat dia terkadang merasa frustrasi jika ternyata pasiennya tidak berhasil disembuhkan sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Lalu pelan-pelan Mardiana mengurangi aktivitasnya sebagai perawat, untuk lebih fokus pada tugas yang lebih besar.
Awalnya dia dicaci-maki banyak warga dan dianggap sombong, tetapi lama-kelamaan penduduk bisa memahami mengapa Mardiana mengurangi porsinya sebagai perawat. Dia bertekad akan terus memperjuangkan hak hidup rakyat dan selalu bersama rakyat. Ini karena kalau dirinya membiarkan pembabatan hutan, berarti dirinya membiarkan masyarakat tidak hidup sejahtera.
Walaupun atas pembabatan hutan itu rakyat memperoleh kompensasi, kompensasi itu hanya bersifat sementara dan tidak akan mencukupi hidup seterusnya. Sebaliknya, jika rakyat diberi hutan untuk dikelola, hidup mereka pasti akan sejahtera.
Namun apa lacur, pada 2010 kegiatan beberapa perusahaan di Barito Timur semakin menggila. Bahkan, ada perusahaan yang kepemilikannya ganda, memiliki pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit sekaligus. Lebih gila lagi, dalam satu desa ada empat perusahaan.
Mendampingi Tujuh Desa
Mardiana mendampingi masyarakat tujuh desa di Kabupaten Barito Timur, jadi tahu persis kondisi ini. Tujuh desa itu antara lain Desa Pangkan, Gunung Krasik, Sarapat, Pulau Patai, dan Dayu. Ketujuh desa tersebut sudah dibabat habis demi ambisi pemilik perkebunan sawit. Bahkan perkebunan merambah hingga sekitar 30 meter dari pemakaman masyarakat adat.
Di Desa Pulau Patai, ada perusahaan yang meminta izin membuat jalan. Karena akses jalan penting bagi warga, warga mengabulkan permintaan itu. Namun ternyata kemudian, akses itu bukannya untuk pembangunan jalan, melainkan untuk membuka perkebunan sawit. Padahal, sebelumnya sudah ada penolakan kebun sawit hingga ke menteri kehutanan.
Sementara itu, di Desa Gunung Krasik terdapat lokasi wisata yang indah. Ada gua dan air terjun menawan hati. Tetapi di sana ada delapan rumah yang diancam orang yang tamak, karena batu bara muncul di atas tanah tersebut. Sementara itu, di Desa Rumea, ada halaman sekolah dasar yang dirambah perkebunan sawit. "Anak-anak main di kebun sawit. Saya sakit hati karena mereka bisa terkena semprotan pupuk sawit. Kecamatan Dayu juga sudah dikelilingi kebun sawit.
Menurutnya, ada fakta sangat menyakitkan, di mana pada 2003–2004 penduduk di Kampung Sarapat, Kecamatan Dusun Timur, menghibahkan tanah sekitar 20 hektare untuk pembangunan Kabupaten Barito Timur. Namun ternyata pada 2006 pemda, desa, dan kecamatan menyerahkan desa itu kepada perusahaan. Rakyat tentu saja protes dan meminta agar hak mereka itu tidak dijual. Namun sampai saat ini rakyat hanya bisa gigit jari.
Ada juga kisah sedih lain yang dituturkan Mardiana, yaitu ada hutan anggrek paling luas, sekitar 10 hektare, yang musnah karena disulap menjadi perkebunan kelapa sawit.
Yang paling menyayat hati, ada dua situs bersejarah, yakni tapal batas antara Desa Sarapat dan Desa Morotuhu, yang hilang. Padahal di tempat inilah pernah dilakukan upacara perdamaian secara adat.
Ada dua orang yang rela dipotong lehernya demi perdamaian dua desa itu dan darahnya dimasukkan ke dalam lubang pohon besar di sana. "Itu dilakukan karena warga sudah bosan dengan pertikaian. Namun karena tidak ada lagi tapal batas itu, orang jadi lupa dengan perdamaian itu," Mardiana mengingatkan.
Dia menegaskan, merupakan kebohongan jika ada yang mengatakan masyarakat hidup lebih sejahtera dengan adanya perkebunan dan pertambangan. Ini karena rakyat yang sudah dipekerjakan akan diberhentikan secara sepihak dengan berbagai alasan. Kalaupun ada yang diberi ganti rugi atas tanahnya, hanya dihargai Rp 1 juta–Rp 3 juta per hektare.
Sebetulnya bagi rakyat setempat, ada 13 lokasi hutan adat atau hutan penyangga yang tidak bisa dibagi kepada siapa pun, karena menjadi tempat berburu, menanam sayur dan tanaman obat-obatan, mencari rotan, dan sumber air bersih berupa danau.
"Jadi adanya tambang batu bara dan kebun sawit membuat pemiskinan besar-besaran dan pembunuhan secara perlahan-lahan," tuturnya lagi. Hal itu terjadi karena pembuangan limbah pupuk dan semprotan hama kelapa sawit mengalir ke sungai.
Kegigihan Mardiana melawan pihak tambang dan kebun sawit membuat dirinya difitnah sebagai teroris dan difitnah pindah agama hanya karena sebagai muslim sering berkomunikasi dengan para pastor.
Namun, bagi Mardiana, apa pun akan dilakukannya demi masyarakat. Sayangnya, masyarakat sendiri terbagi dalam tiga kubu, yakni yang pro terhadap perusahaan, yang kontra, dan yang diam, meskipun mereka melihat ada oknum Brimob yang mendampingi perusahaan untuk menanam sawit.
“Saya menyesalkan mengapa orang-orang kaya dan berpendidikan ternyata lebih miskin dan bodoh,” Mardiana menegaskan.
Setegar-tegarnya Mardiana, matanya terlihat berkaca-kaca ketika bercerita bahwa bulu burung juwe yang biasa ditancapkan di topi, makin jarang karena mulai punah. Topi lawung pun kian jarang yang membuatnya, karena tak ada lagi kulit kayunya. Apalagi rompi dari kayu keang, pohon itu pun sudah sangat sulit dijumpai.
(Sinar Harapan)

Jangan Diskriminasi

Pemerintah Ingkari Konstitusi
Editorial SH | Rabu, 09 Mei 2012 - 15:23:21 WIB
Dibaca : 70


(dok/ist)
Ini merupakan bentuk pelanggaran hak-hak asasi manusia. 

Pelan namun pasti (karena dibiarkan pemerintah dan negara) bangsa Indonesia sedang menuju suatu masyarakat yang diskriminatif. Mereka yang “merasa” diri berjumlah banyak akan menindas dan menganiaya kaum yang jumlahnya lebih sedikit dalam banyak perkara.
 
Diskriminasi dan persekusi itu bisa terjadi menurut garis agama, suku, bahasa, golongan, dan lain sebagainya. Jelas kecenderungan ini merupakan kemunduran luar biasa dalam sejarah perjalanan bangsa kita. Tentu ini artinya para pemimpin kita hari ini gagal membawa bangsa Indonesia menjadi semakin beradab (civilized).

Karena itulah kita sangat menyesalkan dan menyayangkan kasus penutupan 16 gereja dan satu tempat ibadah aliran kepercayaan di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Penyegelan itu dilakukan tim penertiban rumah ibadah yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, dan berlaku sejak Selasa (1/5) lalu.
 
Dasar penyegelan itu adalah Surat Keputusan Bersama Dua Menteri tentang Rumah Ibadah, Peraturan Gubernur No 25/2007 tentang Izin Pendirian Rumah Ibadah di Aceh, Qanun Aceh Singkil No 2/2007 tentang Pendirian Rumah Ibadah, dan surat perjanjian bersama antara komunitas Islam dan Kristen dari tiga kecamatan di Aceh Singkil (Kecamatan Simpang Kanan, Kecamatan Gunung Meriah, dan Kecamatan Danau Paris) bertanggal 11 Oktober 2001.

Apa pun pertimbangannya, pelarangan mendirikan ataupun penutupan rumah ibadah agama apa pun sungguhlah langkah yang sangat menyakitkan dan melukai hati siapa pun yang mengalaminya. Padahal, kita semua tahu kebebasan beragama dan berkeyakinan merupakan hak-hak asasi yang paling mendasar dan itu semua dijamin dalam kerangka hukum nasional dan internasional.

Dalam kerangka hukum nasional dan internasional, kebebasan beragama itu dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM (Pasal 4, Ayat 2), Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pengesahan International Convention on Elimination of All Form of Racial Discrimination (CERD), Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights.
Kita juga menerima dan mengakui Deklarasi Hak Asasi Manusia Tahun 1948 yang pada Pasal 18 mengatur mengenai kebebasan beragama.

Namun, dengan demikian banyaknya kerangka hukum yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia tidak berarti kebebasan itu akan dengan mudah didapat. Dalam banyak kasus negara (pemerintah) malah menindas hak-hak warga negaranya sendiri untuk beribadah.
 
Demikianlah yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil (juga di Kota Bogor, di Kota Bekasi, atau di banyak tempat lain). Alih-alih memenuhi kewajibannya melaksanakan mandat konstitusi, dan berbagai perundangan yang dibuatnya sendiri, demi memberikan pengakuan, penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak beragama itu, pemerintah yang justru melakukan diskriminasi.

Karenanya, kalau hal-hal yang melanggar konstitusi ataupun berbagai perundangan itu dibiarkan, bahkan difasilitasi pemerintah, pertanyaannya adalah: siapa lagi yang akan menjadi pengayom dan pelindung warga negara dalam melaksanakan hak-haknya? Pemerintah yang tidak mampu dan tidak mau melindungi hak-hak asasi warga negaranya, berarti pemerintah itu telah melanggar konstitusi. Kalau konstitusi dilanggar terus, kita sudah tahu ke arah mana negara ini akan menuju.

Kita sependapat dengan Wakil Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama (Wasekjen NU), Imdadun Rahmat, yang mengakui bahwa perkembangan kehidupan beragama saat ini sudah sangat memprihatinkan dan memperlihatkan kemunduran.
 
Sebagian dari kita sudah mengingkari pluralitas Indonesia dan sejarah berdirinya bangsa ini. Yang sangat terasa adalah negara makin tidak berdaya memberikan perlindungan dan rasa aman kepada warga negaranyam, khususnya dalam menjamin kebebasan beragama. Sungguh ini situasi yang sangat membahayakan.

Karenanya, kita mendesak keras agar pemerintah menunaikan tugasnya menjamin kebebasan beragama sesuai amanat konstitusi, maupun berbagai perundangan yang sudah dibuat dan disahkannya sendiri.
 
Kasus-kasus penutupan gereja seperti di Aceh Singkil harus diakhiri dan tidak boleh menjalar ke berbagai daerah lain di Indonesia. Diskriminasi adalah kekejian dan perendahan martabat sesama bangsa Indonesia.
(Sinar Harapan)