Panjaitan XVI

Album Keluarga

Album Keluarga
Media untuk menyampaikan Aspirasi, Cerita, Tulisan, Pendapat, Diskusi,Renungan, Gambar dan Peristiwa
Tampilkan postingan dengan label Bertobatlah 02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bertobatlah 02. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juli 2012

Yosua 10 : 1 - 28


Yosua 10 : 1 - 28

JANGAN TAKUT !!  ALLAH MENOLONG UMAT~NYA

Sekalipun Bangsa Israel melakukan kesalahan dengan mengikat perjanjian dengan bangsa Gibeon (Yosua 9:14) Namun Allah tetap menolong umat~Nya membela mereka. Seringkali kegagalan, yang menyebabkan kita tidak sampai pada kehendak Allah yang sempurna, dipakai~Nya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan dan kasih~Nya kepada kita. Kalau saja Yosua mengabaikan Firman Tuhan yang disampaikan kepadanya “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.” (ayat 8) tentu saja kemenangannya tidak akan dirasakan. Justru Yosua berdoa untuk suatu mujizat, dan Allah mengabulkan doanya (ayat 12). Orang percaya tidak boleh ragu-ragu berdoa memohon agar Tuhan akan bekerja secara luar biasa untuk menolong mereka. Umat Allah hidup di dalam dunia yang bermusuhan dan jahat dan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan kesulitan sehingga mujizat kadang-kadang diperlukan agar rencana dan tujuan~Nya bagi mereka digenapi.

Cara tepat yang dipakai Allah untuk memperpanjang siang hari itu sungguh luar biasa. Allah dapat memperlambat perputaran bumi, memiringkan bumi pada porosnya seperti di utara di mana matahari tidak terbenam, atau menyebabkan sinar matahari membias. Cara apa pun yang dilakukan oleh~Nya, perpanjangan hari itu merupakan jawaban yang luar biasa atas suatu doa. Allah yang menciptakan bumi dan benda-benda angkasa dengan fungsi-fungsi masing-masing dapat juga menahan gerakan alami semua itu untuk mencapai maksud-Nya (Yesaya 38 : 7–8). Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa Tuhan mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel adalah Tuhan (Ayat 12-14).

Dari penjelasan di atas dapat di ketahui bahwa ada 4 peristiwa penting dalam nas ini yaitu (1). Jangan takut menghadapi musuh yang banyak, (2). Berdoa/ berbicara kepada Tuhan untuk meminta pertolongan, (3). Mataharipun berhenti berputar atas permintaan dalam doa itu. (4). Pertempuranpun dimenangkan oleh pasukan Yosua. Tentu melawan bangsa – bangsa yang besar ini tidaklah mudah begitu jika tanpa penyertaan Tuhan, Lima Raja berkumpul dan bersatu menyerang namun Yosua bersama tentaranya yang gagah perkasa tetap bergerak maju dan menyerang, bahkan Tuhan melemparkan batu-batu besar dari langit untuk menghancurkan mereka dengan hujan batu. Kalau sudah Tuhan berkenan maka jangan takut, Allah menolong umat~Nya. Amin. (KAP)

Sabtu, 07 Juli 2012

Mazmur 18 : 37-45




ALLAH PEMBELA YANG AGUNG

Dalam hidup banyak hal yang bisa terjadi, ada kalanya kita diperhadapkan pada hal – hal yang rumit bahkan kita sering berada dalam situasi yang sangat sulit. Persoalan kecil bisa menjadi besar, hal yang tidak masalah akan menjadi masalah, hubungan baik menjadi retak dan lain sebagainya. Bagaimana kita menyikapi persoalan ini ? tentu perlu kita mencari jalan keluar untuk setiap persoalan kita, tentunya kita membutuhkan pembela yang setia melindungi kita dari masalah – masalah tersebut. Ada orang yang minta pertolongan dengan kekuatan illah lain bahkan sampai menyangkal akan Tuhan. Tetapi yang benar adalah kita mencari pembelaan hanya kepada Tuhan. Yang pasti semua orang akan mencari pembela yang agung dan setia. “Kau berikan tempat lapang untuk langkahku dan mata kakiku tidak goyah. Aku mengejar musuhku sampai kutangkap mereka, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan” (ayat 37-38).  Begitu kuatnya sang pembela itu, yang telah melindungi dengan kekuatan yang luar biasa, sampai aku diberikan kemampuan untuk bisa meremukkan mereka sehingga mereka tidak dapat bangkit lagi bahkan rebah di bawah kakiku. Bahkan dengan keperkasan untuk berperang Engkau tundukkan ke bawah kuasaku (ayat 39).

Lebih lanjut nas ini menjelaskan bahwa semua musuh lari tunggang langgang dan orang – orang yang membenci menjadi binasa, walaupun mereka berteriak minta tolong tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada Tuhan, tetapi tidak menjawab mereka. (40 – 42). Peristiwa dalam nas ini menunjukkan bahwa begitu perkasanya dan tak terkalahkan oleh lawan, menggiling mereka sampai halus mencampakkan seperti lumpur di jalan. Tidak ada satu kekuatan lain yang mampu menghalaunya. Bahkan Bangsa – bangsa yang tidak dikenal menjadi hamba. Kalau sudah demikian apa lagi yang membuat kita takut dan gentar karena Allah adalah pembela yang Agung, dari segala macam perkara dapat kita selesaikan atas pertolongan-Nya. Oleh sebab itu marilah kita yang sudah dibenarkan karena iman, maka kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus yang telah menjadi penebus dosa manusia. Amin (KAP)  

Kamis, 05 Juli 2012

Mazmur 18 : 30-36



ALLAH PERISAI BAGI SEMUA ORANG

Siapa yang berani mengandalkan dirinya sendiri dalam hidup maka akan kecewa karena tidak ada seorangpun yang mampu mengatasi segala sesuatu tanpa pertolongan Tuhan, demikian pernyataan yang sering diucapkan oleh rohaniawan baik dalam kotbah maupun dalam pelayanan konselling dengan jemaat. Benarkah demikian ? Tentu bagi orang yang tidak atau kurang mengenal Tuhan akan membantahnya dengan mengatakan bahwa “semuanya yang saya dapatkan ini adalah hasil jerih payah dengan kerja keras  !! dia mengatakan dirinya hebat, pintar, dan lain sebagainya. Sedangkan sebahagian orang ada yang mengatakan’ semua yang saya peroleh adalah berkat pertolongan Tuhan”. Berdasarkan nas ini tertulis “karena dengan Engkaulah aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok. Adapun Allah jalannya sempurna; janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. Sebab siapakah Allah selain dari Tuhan dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita ? (ayat 30-32).

 Allah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku rata; yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit. Yang mengajar tanganku berperang sehingga lenganku dapat melenturkan busur tembaga (ayat 33-35), setiap orang yang bersikap berserah kepada-Nya tentu akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa dalam setiap langkah, rintangan sebesar apapun akan mampu dihadapi, bahkan sampai dengan perkara yang di luar kemampuan akan dapat di atasi dengan baik.  Bagaimana dengan diri kita ? apakah hidup kita mengandalkan Tuhan ? Selayaknya hidup kita ini akan binasa oleh dunia, hanya berkat pertolongan-Nya kita mampu menjalaninya, kita sadari atau tidak bahwa tangan Tuhan selalu menjaga agar kita kuat menghadapinya. “Tuhan adalah kekuatanku bersama Dia kutak akan goyah” demikian salah satu bait syair lagu yang sering kita nyanyikan, tentu ini bukan hanya sekedar kalimat tetapi iman percaya kita yang meyakinkan itu, tidak ada kekuatan lain selain Allah, biar bumi bergoyang dan langit runtuh.

Oleh karena itu mari kita serahkan hidup kita hanya kepada Tuhan, Dia berikan perisai keselamatan kepada kita, tangan kanan-Nya menyokong kita dan kemurahan-Nya membuat kita besar (ayat 36). Kalau sudah Tuhan sebagai perisai mengapa kita harus takut menghadapi dunia ini. Tuhan beserta kita. Amin (KAP) 

Jumat, 11 Mei 2012

Ibrani 7 : 24 - 27



PENYELAMAT SEMPURNA


Setiap orang tentu ingin selamat dari segala bahaya yang mengancam hidupnya, dapat dipastikan semua itu diupayakan dengan berbagai macam cara, ada pula yang memakai tenaga bayaran bahkan menggunakan cara yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Dalam nas ini dikatakan karena itu ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah (ayat 24). Namun mengapa orang masih mencari penyelamat lain yang tidak sempurna ? inilah problema dunia sepanjang jaman.

Kalau kita membaca Koran atau media lainnya, banyak yang menjanjikan sesuatu kemudahan untuk menjadi orang kaya, menjadi cantik, ganteng dan disenangi banyak orang dengan tawaran dunia yang sangat menjanjikan, bahkan ada berani memberi jaminan berhasil. Kalau memang bisa demikian maka tidak perlu lagi iman. Semuanya hanyalah janji dunia. Penyelamatkah itu ? Jawabnya adalah tidak karena tidak berdasarkan Tuhan Yesus Kristus, jadi setiap yang tidak bersumber dari Tuhan maka tidak layak dijadikan penyelamat hidup kita.

Seperti yang tertulis dalam ayat 26 dan ayat 27 bahwa Iman Besar telah datang dan sangat diperlukan oleh kita, Dia yang soleh, tanpa cacat, tanpa noda yang terpisah dari orang-rang yang berdosa dan lebih tinggi dari tingkat-tingkat sorga. Sungguh berbeda dengan iman-iman besar lainnya yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu sudah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. Dialah Yesus sebagai Imam Besar karena itu ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah.

Penyelamat sempurna telah datang dan dia disebut sebagai Iman Besar, tentunya banyak orang gembira menyambutnya, Dia tanpa noda, tanpa cela, Dia kudus, mari kita sambut dengan suka cita karena Dia sumber segala kehidupan. Tidak ada yang bisa menandinginya. Puji Tuhan. Amin (KAP) 


Kejadian 22 : 1 - 13


JADILAH TAHAN UJI

Abraham dengan segera pagi – pagi memasang pelana keledainya dengan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak anaknya, Ia juga membelah kayu untuk korban bakaran, lalu berangkatlah ia dan pergi ketempat yang dikatakan Allah kepadanya (ayat 3). Ini adalah respon Abraham terhadap Firman Allah yang meminta dia mempersembahkan korban bakaran yaitu anak yang tunggal dan dikasihinya. Sungguh tindakan di luar akal pikiran kita, seorang anak yang sudah diberikan Allah kepadanya tetapi sekarang harus dipersembahkan ! sangat menyedihkan yang dirasakannya, dia tidak protes, tetapi dengan patuh dia laksanakan perintah Tuhan.

Setelah melakukan perjalanan yang panjang, maka pada hari yang ketiga Abraham meminta bujangnya menunggu disuatu tempat, lalu ia bersama dengan Ishak pergi ketempat yang dikatakan Allah kepadanya dengan mendirikan Mezbah. Sempat sebelumnya Ishak bertanya pada Abraham tentang domba mana yang akan dipersembahkan  tetapi ia menjawab bahwa Allah yang akan menyediakannya. Ini adalah jawaban yang tulus tanpa ada keraguan akan Allah yang memerintahnya itu.

Selanjutnya Abraham menyusun kayu , di ikatnya Ishak dan diletakkan di atas mezbah di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya (ayat 10). Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepadanya; Abraham, Abraham.” Sahutnya: Ya, Tuhan (ayat 11). Lalu Ia berfirman: Jangan bunuh anak itu dan jangan kau apa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan – segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku. Lalu ia menoleh dan melihat seekor domba jantan dibelakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya (ayat 13).

 Peristiwa yang akhirnya sangat menggembirakan, Abraham telah di uji kepercayaan oleh Allah. Dalam nas ini tidak ada sedikitpun terlihat kebimbangan yang ditunjukkan olehnya, kepercayaan kepada Allah memenangkan dia dalam pergumulan. Bagaimana dengan iman kita, apakah sudah teruji sehingga kita mampu menghadapi kehidupan ini tanpa khawatir dan menyerahkan semua perkara ke dalam kasih penyertaan Tuhan ? Jawablah dalam iman. Amin (KAP)