Sabtu, 06 Juli 2013
Bedanya Jokowi dengan Pejabat Pemukul Pramugari di Pesawat
leh Raden Trimutia Hatta
Liputan6.com, Jakarta : Bila Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung Zakaria Umar
memukul Pramugari Sriwijaya Air Nur Febriani, Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo malah bersikap sebaliknya. Seperti apa gaya pria yang karib
disapa Jokowi itu saat di pesawat?
Menurut kesaksian Deasy Amrin --seorang blogger yang pernah satu pesawat dengan Jokowi, pria asal Solo itu tidak menunjukkan diri sebagai pejabat saat di pesawat. Deasy mengaku, saat itu ia dan suami sedang bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo pada Minggu 26 Mei lalu.
Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrean panjang, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Bukan hanya dirinya, hampir semua penumpang menoleh ke arah sumber gaduh itu.
Ternyata, ia melihat sosok Jokowi yang mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung. Tanpa diampingi ajudan, Jokowi menyandang sendiri ransel hitamnya di pundak dan ikut antre masuk ke pesawat dengan penumpang lainnya.
"Dia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah. Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomor satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi," tulis Deasy di blognya, adesmurf.wordpress.com, yang dikutip Liputan6.com, Jumat (7/6/2013).
Kelas Ekonomi
Keheranan Deasy tak sampai di situ. Ia mengaku menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini, seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrean masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi!
"Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut," papar Deasy yang berprofesi sebagai Psikolog itu.
Jokowi, sambung Deasy, saat itu datang seorang diri tanpa kawalan. Sikap tubuhnya begitu alami, tenang dan apa adanya. Ia membaur dengan orang lain tanpa rasa canggung atau kedekatan buatan ala pejabat pada umumnya.
"Sikap yang saya yakini hanya bisa muncul lewat adanya keinginan tulus untuk menghargai orang lain, dari hatinya," lanjut Deasy.
Turun dari pesawat, sambungnya, Jokowi pun mengikuti jalur umum. "Ikut antre, turun tangga, dan menaiki bus bandara yang mengantarkan ke terminal kedatangan; seorang diri," ungkapnya.
"Kepala saya langsung berhitung mengalkulasi taksiran biaya yang bisa dihemat antara perjalanan beliau dibandingkan dengan para pejabat yang memerlukan antek-antek dan tetek bengek yang lebih ke arah tiada manfaat itu," tambah Deasy.
Apa yang diungkapkan Deasy, bertolak belakang dengan yang dilakukan Kepala BKPMD Bangka Belitung Zakaria Umar. Ia tega memukul pramugari Sriwijaya Air Nur Febriani. Zakaria tak terima karena ditegur lantaran menggunakan ponsel dalam pesawat.
Akibat dipukul Zakaria dengan koran, Febri pun mengalami luka lebam di belakang telinganya. Saat ini, Zakaria yang menjadi tersangka penganiayaan sejak kemarin itu masih ditahan di Mapolsek Pangkalan Baru, Bangka Belitung.
Polisi sudah memeriksa saksi korban dan saksi lainnya untuk menelusuri kronologi kasus ini. Zakaria dijerat Pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. (Mut)
Posted: 07/06/2013 16:49
Menurut kesaksian Deasy Amrin --seorang blogger yang pernah satu pesawat dengan Jokowi, pria asal Solo itu tidak menunjukkan diri sebagai pejabat saat di pesawat. Deasy mengaku, saat itu ia dan suami sedang bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo pada Minggu 26 Mei lalu.
Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrean panjang, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Bukan hanya dirinya, hampir semua penumpang menoleh ke arah sumber gaduh itu.
Ternyata, ia melihat sosok Jokowi yang mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung. Tanpa diampingi ajudan, Jokowi menyandang sendiri ransel hitamnya di pundak dan ikut antre masuk ke pesawat dengan penumpang lainnya.
"Dia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah. Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomor satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi," tulis Deasy di blognya, adesmurf.wordpress.com, yang dikutip Liputan6.com, Jumat (7/6/2013).
Kelas Ekonomi
Keheranan Deasy tak sampai di situ. Ia mengaku menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini, seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrean masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi!
"Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut," papar Deasy yang berprofesi sebagai Psikolog itu.
Jokowi, sambung Deasy, saat itu datang seorang diri tanpa kawalan. Sikap tubuhnya begitu alami, tenang dan apa adanya. Ia membaur dengan orang lain tanpa rasa canggung atau kedekatan buatan ala pejabat pada umumnya.
"Sikap yang saya yakini hanya bisa muncul lewat adanya keinginan tulus untuk menghargai orang lain, dari hatinya," lanjut Deasy.
Turun dari pesawat, sambungnya, Jokowi pun mengikuti jalur umum. "Ikut antre, turun tangga, dan menaiki bus bandara yang mengantarkan ke terminal kedatangan; seorang diri," ungkapnya.
"Kepala saya langsung berhitung mengalkulasi taksiran biaya yang bisa dihemat antara perjalanan beliau dibandingkan dengan para pejabat yang memerlukan antek-antek dan tetek bengek yang lebih ke arah tiada manfaat itu," tambah Deasy.
Apa yang diungkapkan Deasy, bertolak belakang dengan yang dilakukan Kepala BKPMD Bangka Belitung Zakaria Umar. Ia tega memukul pramugari Sriwijaya Air Nur Febriani. Zakaria tak terima karena ditegur lantaran menggunakan ponsel dalam pesawat.
Akibat dipukul Zakaria dengan koran, Febri pun mengalami luka lebam di belakang telinganya. Saat ini, Zakaria yang menjadi tersangka penganiayaan sejak kemarin itu masih ditahan di Mapolsek Pangkalan Baru, Bangka Belitung.
Polisi sudah memeriksa saksi korban dan saksi lainnya untuk menelusuri kronologi kasus ini. Zakaria dijerat Pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. (Mut)
Gunther IV, Anjing Terkaya Sedunia dengan Harta Rp 3,7 Triliun
Liputan6.com, Quebec : Sebagai bentuk
rasa sayangnya, seorang bangsawan asal Jerman Karlotta Lieberstein
mewariskan hartanya senilai US$ 372 juta atau sekitar Rp 3,7 triliun
kepada anjingnya Gunther III.
Setelah Gunther III tewas, uang tersebut dialihkan pada anaknya Gunther IV, yang kini menjadi anjing terkaya di dunia. Seperti dikutip dari therichest.com, Jumat (5/7/2013), Gunther IV saat ini memiliki beberapa properti atas namanya termasuk rumah bekas Madonna di Miami, Amerika Serikat. Tak hanya itu, Gunther IV juga bisa menikmati sebuah vila di Bahama lengkap dengan pelayan-pelayan handal.
Gunther IV tinggal dengan gaya hidup mewah dan steak menjadi makanannya sehari-hari. Dia merupakan anjing peliharaan paling beruntung, karena mendapat kasih sayang dan perawatan yang super elegan.
Lieberstein sendiri dikenal sebagai pencinta hewan sejati. Maka tak heran saat dia merelakan begitu saja seluruh hartanya jatuh ke tangan seekor anjing. Meski begitu, hal tersebut cukup mencengangkan dunia. Bayangkan saja, ada seekor anjing yang jumlah kekayaannya jauh melebihi yang Anda miliki.
Selain Gunther IV, terdapat beberapa anjing lain yang terdaftar dalam 10 hewan peliharaan terkaya di dunia. Diantaranya adalah Pontiac dengan jumlah harta US$ 5 juta, dan Trouble, US$ 2 juta. Tak hanya Gunther IV dan kawanan anjing lainnya, bahkan ayam pun masuk kedalam deretan peliharaan terkaya di dunia. (Sis/Ndw)
Ikan Berusia 200 Tahun Tertangkap di Alaska
Pada 1813, ketika James Madison menjabat sebagai presiden Amerika Serikat, rakyat AS menduduki wilayah Fort George di Kanada (akibat perang 1812), dan seekor ikan karang dilahirkan di suatu tempat di Pasifik Utara.
Dua ratus tahun kemudian, ikan karang yang sama tersebut tertangkap di lepas pantai Alaska oleh seorang warga asal Seattle, Henry Liebman. Kemungkinan besar, inilah ikan karang tertua yang pernah ditangkap.
Troy Tydingco dari Alaska Department of Fish and Game mengatakan kepada Daily Sitka Sentinel bahwa rekor usia tertua ikan karang shortraker (Sebastes borealis) adalah 175 tahun, namun ikan tersebut “lebih muda dari ikan yang ditangkap Henry.”
“Ikan itu memiliki panjang 83 sentimeter, sementara ikan yang ditangkap Henry memiliki panjang hampir 104 sentimeter — jadi kemungkinan besar ikan Henry lebih tua,” ujar Tydingco.
Sampel ikan tersebut sudah dikirim ke sebuah laboratorium di Juneau, untuk menentukan berapa usia pastinya.
Ilmuwan dapat memperkirakan usia seekor ikan dengan meneliti tulang telinga ikan yang dikenal dengan istilah otolit, yang terdiri dari cincin pertumbuhan (mirip dengan lingkaran tahun yang ada di dalam batang pohon).
Umur panjang hewan hingga saat ini masih menjadi teka-teki bagi para ahli biologi. Beberapa peneliti menemukan, hewan-hewan yang berukuran lebih kecil dalam satu spesies cenderung memiliki umur panjang dibandingkan saudara mereka yang berukuran lebih besar. Hal ini kemungkinan karena pertumbuhan sel yang tidak normal yang disertai dengan ukuran tubuh yang lebih besar dan risiko penyakit kanker.
Hewan tertua yang berhasil ditemukan dalam keadaan hidup adalah kerang remis (quahog clam) yang diambil dari perairan di lepas pantai Islandia. Moluska berukuran mungil tersebut diperkirakan berusia 400 tahun.
Dengan berat 17,73 kilogram, ikan yang berhasil ditangkap Liebman kemungkinan juga dapat memecahkan rekor sebagai ikan karang terbesar yang pernah ditangkap.
“Saya tahu ikan ini sangat besar, namun saya baru tahu ikan ini memecahkan rekor ketika saya dalam perjalanan pulang — kami membaca buku panduan Alaska yang ada di dalam kapal,” ujar Liebman kepada Sentinel.
Sentinel mengatakan, Henry berencana mengawetkan ikan tersebut, agar ia dapat terus menceritakan kisah tentang ikan yang telah membuatnya terkenal tersebut.
Kamis, 04 Juli 2013
CV. LUMADA bitha SUKSES Kirim Soda Ash ke Costumer
CV. LUMADA bitha SUKSES Kirim Barang Soda Ash ke Costumer
Rabu, 03 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)













































.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)