Panjaitan XVI

Album Keluarga

Album Keluarga
Media untuk menyampaikan Aspirasi, Cerita, Tulisan, Pendapat, Diskusi,Renungan, Gambar dan Peristiwa
Tampilkan postingan dengan label Renungan 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan 2013. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

2 Rajaraja 17 : 1 - 23


 
HOSEA DARI ISRAEL

Dalam tahun kedua belas zaman Ahas, Raja Yehuda, Hosea bin Ela menjadi raja di Samaria atas Israel. Ia memerintah Sembilan belas tahun lamanya. Namun sangat disayangkan berhubung dia melakukan perbuatan yang jahat dimata Tuhan maka ia dikalahkan oleh Salmaneser raja Asyur dan lebih menyedihkannya lagi adalah ia harus membayar upeti kepada raja Asyur. Tetapi kedapatanlah oleh raja Asyur bahwa di pihak Hosea ada persepakatan untuk tidak mempersembahkan lagi upeti kepada raja Asyur akhirnya dia (raja Asyur) menangkap dan membelenggu Hosea di dalam penjara (ayat 1-4) 

Dari peristiwa di atas nyata dan jelas bahwa setiap perbuatan jahat di hadapan Tuhan maka orang yang bersangkutan akan menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan hati, bahkan Allah akan menghukumnya. Demikianlah yang dilakukan bangsa Israel  telah melakukan kejahatan yang mencapai titik puncaknya, mereka telah berdosa kepada Tuhan, bahkan yang lebih parah lagi adalah mereka telah menyembah allah lain. Mereka juga mendirikan tugu – tugu berhala dan tiang – tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun. Jadi satu – satunya tindakan yang dilakukan Allah adalah menjatuhkan hukuman yang mencerai beraikan bangsa itu. Hanya kaum sisa yang percaya dan setia yang tertinggal untuk mengalami penggenapan janji – janji Allah.  

Kegagalan Hosea dalam memimpin adalah merupakan keruntuhan kerajaan Israel. Sudah tidak ada lagi kepatuhan kepada Tuhan, mereka beribadah kepada berhala, walaupun Tuhan telah berfirman kepada mereka “janganlah kamu berbuat seperti itu ! Peringatan Tuhan “berbaliklah kamu dari pada jalan – jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti perintah dan ketetapan, sesuai dengan segala undang – undang yang telah Ku perintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba – hambaku, para nabi (ayat 13). 

Mari kita bercermin diri atas nas ini, tidak ada hukuman yang terlewatkan oleh Tuhan untuk setiap perbuatan jahat yang dilakukan manusia baik dari bangsa Israel sampai dengan jaman sekarang ini. Setiap hari kejahatan manusia terus terjadi dan terungkapnya kasus karena Tuhan menghukum mereka melalui proses hukum yang dilaksanakan oleh Negara. Jadi tidak ada sisi baik apapun jika kita melakukan perbuatan jahat. Amin (KAP)


Jumat, 25 Januari 2013

1 Rajaraja 13 : 11 – 19



SIAP MENGHADAPI PENCOBAAN 

          Tidak sedikit pelayan Tuhan yang gagal di tengah jalan dalam melaksanakan tugas pelayanannya. Ada yang jatuh ke dalam dosa, Ada yang meninggalkan pelayanan di tengah-tengah pekerjaan Tuhan. Semuanya ini karena ketidaksiapan diri dalam menghadapi pencobaan yang ada di dunia ini. Meski demikian, Tuhan tetap bisa memakai mereka untuk mencapai maksud~Nya. Justru ini menjadi peringatan agar hamba Tuhan melayani dan hidup benar di hadapan Allah. 

          Kisah abdi Allah ini sungguh tragis. Ia sudah selesai menunaikan tugas utama, yaitu menegur Yerobeam atas dosa-dosanya. Ia tahu bahwa Tuhan memerintahkannya untuk tidak makan roti dan minum air dalam perjalanan tugas. Namun, karena tipuan seorang nabi tua, ia melanggar perintah Tuhan itu. Hukuman pun dijatuhkan, abdi Allah itu dibunuh oleh seekor singa. Kita tidak tahu motivasi si nabi tua membohongi abdi Allah itu. Mungkin ia iri hati melihat si abdi Allah yang berasal dari Selatan masuk ke wilayahnya tanpa permisi untuk bernubuat. Mungkin ia seorang yang "mendukung" pemerintahan Yerobeam sehingga tidak senang melihat abdi Allah ini mencela rajanya. Apapun alasannya, akhirnya ia sadar bahwa penipuannya berakibat fatal bagi abdi Allah itu

          Kematian abdi Allah itu tidak menghalangi Firman Tuhan dinyatakan. Peristiwa aneh setelah abdi Allah itu diterkam singa (ayat 24) yaitu singa dan keledai menjagai mayat abdi Allah itu pastilah menimbulkan kegemparan di kalangan rakyat. Tuhan memakai peristiwa itu untuk menyadarkan si nabi tua, yang mungkin selama ini sudah kehilangan kepekaan akan Firman Allah dan kehilangan keberanian iman (ia tidak pernah mencela Yerobeam). Ini membuktikan Allah berdaulat dalam segala keadaan, menggenapi janji~Nya, atau menghukum yang melanggar. Kalau Ia tidak segan menghukum abdi-Nya yang lalai, apalagi terhadap orang yang mengkhianati-Nya (Yerobeam). Pasti nubuat mengenai penghukuman Yerobeam akan tergenapi 

Hidup atau mati, Tuhan bisa memakai kita menjadi saluran Firman~Nya. Persoalannya apakah hidup kita layak untuk menjadi berkat, menyatakan keadilan, dan kasih~Nya. Amin (KAP)


1 Rajaraja 13 : 1 – 10



 ABDI YANG MENDUA HATI

          Kasih dan keadilan bisa dikatakan seperti minyak dan air yang tidak dapat disatukan dalam kehidupan manusia. Di mana kasih berbicara keadilan yang diamputasi. Tampaknya kedua nilai itu saling bertentangan. Namun di dalam Allah, kedua nilai itu menyatu tanpa salah satunya mengalami distorsi (penyimpangan) makna. Insiden yang terjadi dalam nas ini merupakan suatu bukti bahwa kedua nilai itu dapat dinyatakan oleh Allah secara bersamaan tanpa distorsi nilai. Allah begitu membenci dosa Yerobeam. Allah secara tegas melarang abdi~Nya untuk makan atau minum apa pun di tempat Yerobeam. Sikap ini menunjukkan keadilan Allah bahwa yang berdosa tidak akan menerima konsekuensinya. 

          Allah pun memanifestasikan kasih~Nya dengan mengirim abdi~Nya dari Yehuda dan memberikan tanda-tanda seperti mezbah yang pecah dan tangan Yerobeam yang menjadi kejang (ayat 4-5). Sebenarnya Yehuda bisa saja melakukan persiapan untuk menyerang Yerobeam, tetapi sekarang Allah justru mengirim abdi~Nya dari Yehuda untuk memperingatkan Yerobeam agar bertobat. Itu semua dilakukan sesudah Yerobeam melakukan dosa yang begitu menjijikkan di hadapan Allah. Tetapi Abdi Allah itu mendua hati dengan mendengar permohonan belas kasihan dari raja Yerobeam untuk memohon belas kasihan Tuhan Allah sehingga tangan raja itu dapat kembali pulih menjadi seperti semula (ayat 6). 

Dalam nas ini Allah secara obyektif telah menempatkan setiap nilai pada porsinya, dan tetap melihat manusia sebagai makhluk ciptaan~Nya yang Ia kasihi dan tidak membiarkan adanya nafsu, emosi, dan unsur subyektifitas yang menjadi penghalang bagi membaurnya kedua nilai itu sehingga keduanya menjadi bias. Dalam diri manusia, unsur emosi dan subyektifitas selalu berperan paling dominan dalam mengambil sikap terhadap orang yang melakukan dosa, sehingga berakibat salah satu nilai itu harus dikorbankan.
Untuk dapat kita renungan sebagai pengikut Kristus bahwa setiap orang adalah makhluk ciptaan Allah yang juga sebagai obyek kasih Allah, jadi mari kita selaraskan tindakan kasih dan keadilan bagi siapa pun. Amin (KAP)

Selasa, 08 Januari 2013

1 Rajaraja 12 : 25 - 33


 
IBADAH BARU OLEH YEROBEAM 

Peribahasa “lupa kacang akan kulitnya” adalah sangat tepat untuk menggambarkan perjalanan karir Yerobeam sebagai raja. Belum lama ia memegang tampuk pimpinan, ia sudah mengabaikan siapa yang mendudukkan dia sebagai raja, dan melanggar syarat yang harus senantiasa dia penuhi serta batas wewenang yang ia punyai agar takhtanya tetap kokoh. Ia menggantikan Allah dengan ilah-ilah lain dan membuat kuil-kuil di bukit pengorbanan. Bahkan ia mengangkat imam-imam dari rakyat biasa. Berarti ia menjadikan dirinya sebagai pusat dari seluruh sendi kehidupan kerajaan Israel.

Apabila ditinjau dari tujuannya untuk memperkokoh kerajaannya dan menyatukan umatnya, tindakan Yerobeam sangat tepat dan merupakan bukti bahwa ia mempunyai pandangan yang luas dan jauh ke depan. Namun bila ditinjau dari bagaimana cara ia mencapai tujuan tersebut, Yerobeam sudah melakukan suatu kesalahan yang sangat fatal dan komprehensif. Ia mempertahankan kekuasaan sosial dan politik dengan memanipulasi kerohanian bangsanya. Rakyatnya tidak hanya dibawa pada jalan yang berdosa, namun dosa mereka pun adalah dosa yang terstruktur dan terkontrol oleh lembaga politik yang sah. Betapa mengerikan apa yang dilakukan oleh Yerobeam

Latar belakang Yerobeam adalah anak seorang pegawai istana biasa. Jika ia sekarang menjadi raja, itu bukti bahwa Allah sungguh berdaulat atas dia (baca Rajaja 11 : 31) Allah pun sudah berjanji bahwa keluarganya akan dibangunkan seperti keluarga Daud jika ia setia kepada~Nya. Mengapa ia harus kuatir bahwa rakyatnya akan meninggalkannya, saat mereka harus pergi ke Yerusalem secara berkala untuk beribadah ? (ayat 27) Tidakkah ia sudah mendengar dan melihat bahwa Allah akan memecahkan kerajaan Israel menjadi dua, karena ketidaktaatan Salomo ? Mengapa ia tetap melanggar perjanjian yang pernah dibuat Allah untuknya ? Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah seluruh peristiwa menakjubkan yang baru saja ia alami, ternyata tidak membuat iman dan pengenalannya terhadap Allah menjadi mendalam dan berpusat kepada~Nya.

Ternyata saudara sekalian, berkat dan anugerah Allah yang begitu melimpah tidak selalu berdampak positif. Bila seseorang tidak meletakkan berkat Allah dalam perspektif rencana Allah bagi hidupnya, akan menjadi penyesat yang sangat berbahaya baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Amin (KAP)