Selasa, 20 Maret 2012
Aku dan Papa
Aku dan Papa
Minggu, 11 Maret 2012
Konten Terkait
Perbesar Foto
- Taipan asal Meksiko Carlos Slim
Ketangguhan Slim dalam berbisnis banyak dipengaruhi sang ayah, Yusef Salim Haddad. Benar, Carlos yang lahir di Mexico City, 28 Januari 1940 itu adalah putra seorang Timur Tengah. Lebanon tepatnya. Yusef yang merupakan seorang Kristen Lebanon sendiri datang ke Mexico pada 1902, setelah melarikan diri dari negaranya.
Sang ayah inilah yang membangun toko barang kebutuhan, yang diberinya nama La Estrella del Oriente (Bintang Timur). Suatu hari, dia berspekulasi membeli beberapa real estat utama di pusat kota. Pilihan Yusef yang tepat itu segera mengubah kehidupan ekonomi keluarganya.
"Dia mengajarkan keberanian. Dia ajarkan, tak peduli seberapa jelek krisis yang terjadi, Meksiko tidak akan hilang. Bila saya mempercayai negara ini, investasi yang cermat akhirnya akan membayar,'' ujar Carlos, memuji sang ayah. Sayang, pada tahun 1952, Yusef meninggal.
Carlos yang menyandang gelar insinyur teknik sipil dari National Autonomous University of Mexico pada 1961 itu sempat juga mengajar Aljabar dan Linear Programming. Selain itu, dia juga sempat mengajar di lembaga internasional, Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC).
Carlos ternyata seberani sang ayah. Pada tahun 1990 dia membeli Telmex dari pemerintah, dengan menggandeng Southwestern Bell Corp dan France Telecom. Saat itu kondisi Telmex sangat morat-marit. Tanpa gentar, Carlos mengubah perusahaan yang merugi itu menjadi pencetak uang. Sempat ia dikritik telah menaikan tarif telepon di negaranya. Namun, dengan tekad bulat untuk memperbaiki pelayanan telepon di Mexico, berupa tawaran sambungan lokal, interlokal, selular, internet dan direktori telepon, akhirnya kerja kerasnya berbuah manis.
Kerajaan telekomunikasinya mampu mencapai penjualan tahunan hingga 16 miliar dolar AS. Kini Telmex menjelma perusahaan telekomunikasi terbesar di Mexico. Tak hanya itu, baru-baru ini Telmex American tercatat sebagai salah satu perusahaan disegani di New York Stock Exchange. Kerajaan bisnis Carlos terus berkembang. Ia pula pemilik Prodigy Inc -- perusahaan jasa internet ketiga di AS. Tak hanya itu, Carlos pun kini mengendalikan perusahaan keuangan Grupo Financiero Inbursa, dan industri retail, Grupo Carso.
Di AS, Februari 2006 lalu Carlos mengincar CompUSA. Lewat perusahaannya, Grupo Sanborns, Carlos menawar CompUSA 800 juta dolar AS. Ia juga tercatat sebagai anggota komisaris Philip Morris dan SBC. Jabatan Presiden New York Stock Exchange juga pernah diembannya.
Sederet penghargaan mancanegara pernah diraih Carlos. Selain Merit Medal of Honor dari Kadin Mexico, ia juga sempat dianugerahi Golden Plate Award oleh American Academy of Achievement, serta Leopold II Commander Medal dari Pemerintah Belgia.
Taipan asal Meksiko itu selama tiga tahun berturut-turut kembali menduduki peringkat pertama orang kaya di dunia versi Forbes, dengan jumlah kekayaan sebesar 69 miliar dolar Amerika dari bisnis utamanya di bidang telekomunikasi.
Meskipun kekayaannya turun dibandingkan tahun lalu -- yang diperkirakan Forbes bisa mencapai 74 miliar dolar Amerika -- kekayaan yang dimiliki Slim jauh berada di atas pendiri Microsoft yang diperkirakan memiliki kekayaan 7 miliar dolar Amerika pada tahun ini. Merosotnya harta Slim tak lepas dari penurun ekonomi dan devaluasi mata uang Peso.
Slim yang saat ini berusia 72 tahun merupakan warga Meksiko keturunan Lebanon. Dia memulai karir bisnisnya pada usia 10 tahun dengan menjual permen dan minuman kepada keluarganya dan di kemudian hari mengukir namanya dengan investasi nan agresif selama krisis.
Minggu, 30 Oktober 2011
Halte Di Seluruh Dunia
Halte di Vinece
Halte di Athens
Halte di Atlanta
Halte di Berlin
Halte di Brasil
Halte di Dubai
Halte di Frankfrut
Halte di Hamburg
Halte di London
Halte di Milan
Halte di Mumbai
Halte di New York
Halte di Paris
Halte di Portugal
Halte di Rume
Halte di Stockholm
Halte di Switzerland
Kisah Para Rasul 23 : 1 – 10
HIDUPLAH DENGAN HATI NURANI YANG MURNI DI HADAPAN TUHAN
Ketika rasul Paulus dibawa dari penjara oleh kepala pasukan untuk dihadapkan kepada Mahkamah Agama , maka berkatalah Paulus “Hai saudara-sudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dan dengan hati murni dihadapan Allah (ayat 1), tetapi Iman Besar Ananias menyuruh orang – orang yang berdiri dekat Paulus menampar mulut paulus (ayat 2). Diapun membalas dan berkata kepadanya “Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putuih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku (ayat 3)”.
Peristiwa yang dialami Paulus sungguh tragis, orang benar seperti Paulus dipenjara dan di perlakukan dengan tidak adil oleh Mahkaman Agama bahkan disuruh Ananias untuk ditampar orang banyak yang ada disekiar di lokasi itu. Kalau kita berada diantara mereka apakah kita mau melakukan perintah Ananias untuk menampar ?. Setiap orang pasti pernah berada dalam keadaan sulit, lalu biasanya apa yang hendak kita lakukan jika hal itu terjadi dihadapan kita.
Paulus dalam menghadapi masalah selalu berani berkata dengan kebenaran firman Allah. Ia tidak khawatir tentang dirinya, bahkan dalam penjara ia juga memberikan kesaksian dan mengatakan bahwa ia dipenjara karena Kristus. Bahkan bertambah berani berkata – kata tentang firman Allah dengan tidak takut (Filipi 1 ayat 13-14). Teladan ini harusnya bisa kita aplikasikan dalam kehidupan, jangan pernah kita ragu dan bimbang akan kuasa Tuhan, jangan kita berprasangka buruk setiap apa yang kita alami. Bisa saja kita menghadapi hal – hal pahit, terhimpit, terjepit tetapi semuanya harus dihadapi positif, yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu beserta kita. Hiduplah dengan hati nurani di dalam Tuhan. Amin (KAP)
Langganan:
Postingan (Atom)



















































